Tentang mengeluh

Happy first Anniversary buat blog saya sendiri πŸ˜€

meskipun ini blog masi baru 1 tahun dan ngucapinnya saya telat pisan – akibat kesibukan yg mendera [ceileh]

Semoga saya menjadi rajin nulis, cuap-cuap ngga penting, tapi yang paling penting setiap tulisan saya ada yg terinspirasi dan saya akan terus belajar supaya bisa menginspirasi orang lain minimal dari tulisan saya πŸ˜€

ecc3669c65dbc446a97d392e3f281a8d

Well, saya akan menceritakan pengalaman saya yang terjadi kemarin – akhir-akhir ini sih.

Kemarin kebetulan kantor saya mengadakan acara Buka Bersama yang kedua kalinya di salah satu resto di Malang.

Awalnya semua acaranya sudah sesuai dengan perencanaan, saya sudah reserve tempat dan lain-lain, namun ada perubahan rencana mengenai tambahan kedatangan tamu dari kantor pusat.

Ketika hari H dan keberangkatan ke lokasi resto, saya kebetulan bersama rombongan tamu dari kantor pusat.Sepanjang perjalanan, rombongan tamu kantor pusat tersebut mengeluh terus , mengeluh karena lokasi yang jauh [padahal saya dan teman-teman rasa ngga jauh], mengeluh karena kenapa tidak makan di kantor, intinya mengeluh dan mengeluh.

Saya sampe lumayan capek denger keluhannya, bayangkan,satu mobil penuh dengan isi orang mengeluh.

Saya akui, saya pribadi juga sering mengeluh, tapi saya juga sering jengah dan terganggu juga jika cara mengeluhnya tidak sopan, apalagi sampe marah-marah.

17f249ba4851804ea1689eae33e97150

Jujur saja ya, acara buka bersama ini semua dana di provide by kantor, kita peserta ngga keluar dana sepeser pun, tapi hanya disuruh untuk datang, duduk, makan, menikmati kebersamaan kok ya pake acara mengeluh.

Jujur saya ilfeel ketika mengikuti acara tersebut, seumur-umur gelar acara, sampai usia 22 tahun ini,acara kemaren termasuk yg saya kategorikan gagal, karena saya sudah ilfeel duluan meskipun masakan restorannya terbilang lumayan. Efek ilfeel ini juga berimbas banyak foto yang saya capture gagal πŸ™

Saya tau,mungkin saya salah disini, mencari lokasi resto yang menurut mereka jauh, saya suka di kritik tetapi tolong kritiknya dengan cara yang baik-baik, bukan marah-marah apalagi yang kritik itu Pria, pengen deh kasi daster aja buat Pria yg sukanya marah-marah kalo ngasi kritikan ke wanita, apalagi pria itu belom kenal banget ama wanita ini :p

Postingan daku kesannya marah & mengeluhΒ  ya?

ngga kok, justru ini jauh lebih sabar dan postingan ini saya bukannya mau mengeluh πŸ™‚ tapi saya ingin share

Bukankah di bulan yang suci ini sebaiknya bisa belajar menahan emosi untuk tidak mengeluh ataupun marah ya – selain menahan lapar dan haus?

Saya memang sendiri sedang belajar untuk mengurangi mengeluh, memperbanyak bersyukur, bukankah hidup lebih indah jika kita selalu bersyukur?

1d535a004cf6899dbd1fbb1f0fa19fc2

Belajar untuk memberikan kritik yang baik, baik dari segi pengucapan ataupun isi kritikan itu sendiri.

Menyuarakan sesuatu yang tidak kita sukai, tidak harus dengan cara frontal,contoh case : menyiram air kepada seorang yg tidak sependapat dengan kita – seperti salah satu case wawancara di tv swasta, menurut saya tindakan tersebut sangat disayangkan, karena banyak cara yang lebih baik dan lebih bagus untuk menyuarakan sesuatu yang mana kita tidak sukai.

Mungkin case saya tidak separah adegan siram menyiram tersebut, case saya hanya dimarah-marahi oleh orang-orang yang mungkin memang belum tau bagaimana cara mengungkapkan pendapat/kritikan yang baik even they are adult . Benar-benar disayangkan πŸ™‚

01d995e4ba36cc4ece8d32e147959ff0

Semoga tulisan saya bisa memberikan inspirasi kepada readers untuk lebih menjaga emosi dalam berkomunikasi dengan manusia, dan terima kasih sudah membaca curhatan saya.

dan thank you untuk yg sudah memarahi saya kemarin bahkan sampai hari ini πŸ™‚ I pray and forgive you

Selamat mudik bagi yang mau mudik lebaran, have a safety trip :]

*Semoga semua umat dan makhluk disekitar kita berbahagia. Amin*

You may also like

8 Comments

Leave a Reply