Tentang Luka Batin dan Mengampuni

Saya yakin setiap manusia pasti pernah sakit hati, apapun itu bentuknya.

Walaupun hal kecil, rasa sakit hati yang lama-lama ditumpuk bisa membuat semacam luka batin.

Luka batin buat saya sendiri adalah semacam segala sesuatu perasaan sakit hati yang menumpuk [semacam jerawat ya] di dalam batin – baik sakit hati secara tidak langsung ataupun secara langsung.

Bagi segelintir orang, luka tersebut menjadi luka batin berkepanjangan. Namun, di pihak lain ada yang bisa memilih untuk tidak menjadi terhambat karena luka-luka tersebut.

Saya ingat, ada dua wanita yang pernah dilecehkan secara seksual oleh orangtuanya. Satunya hidup menderita dan mulai membenci semua laki-laki. Satunya lagi, bisa belajar memaafkan dan memulai lembaran hidup baru dengan lebih berhati-hati memilih pasangan.

Wanita yang kedua ini, bisa kembali menjalani hidupnya secara tegar. Saat ditanya, bagaimana filosofi hidupnya dan mengapa dia bisa bertahan, jawabnya sederhana,

“Pain is inevitable. Suffering is optional.”

(mengalami rasa sakit itu lumrah, tidak akan terhindari.Tapi menderita itu adalah soal pilihan kita).

Sebuah filosofi hidup yang menarik.

131b56a9e8d72e436bfeafab55bad6fc

lalu apa hubungannya dengan mengampuni?

jika kita ingin berdamai dengan segala sesuatu mengenai luka batin kita – menurut saya, syarat pertama adalah Mengampuni.

yes, forgiveness.

Bicara gampang ya, tapi melakukannya susah , apalagi jika luka tersebut sangat menyakitkan buat kita.

tapi sebanyak apapun kita konseling dengan orang lain, bahkan dengan Tuhan, saya rasa obatnya untuk menyembuhkan segala luka batin kita adalah mengampuni.

c56385c679fafd7881843a908ef59dff

Mengampuni bukan berarti kita membenarkan kesalahan yg diperbuat orang lain kepada kita sehingga menjadi luka batin kita, tetapi lebih kepada usaha kita untuk berusaha menyembuhkan diri sendiri dimana ujung-ujungnya untuk kebaikan jiwa kita sendiri.

Didalam mengampuni juga, kita belajar untuk belajar ikhlas menerima segala sesuatu meskipun itu berat,menyakitkan, tidak enak tetapi kita tetap menerimanya dan  mengikuti untuk mengampuni,tetapi akan jauh lebih sakit jika kita terus-terusan menolak mengampuni [percaya deh sama saya]

Selain itu juga, mengenai luka batin – yuk kita sama- sama belajar untuk memperlakukan segala sesuatu luka batin kita dengan ramah – kita bekerja sama dengan luka batin kita, ketika kita terluka – lihat kembali luka itu dan jangan ditolak tetapi resapi dan ikhlaskan.

hingga akhirnya kita bisa bilang “Terima kasih luka batinku. Ini nggak nyaman tapi terima kasih. Kau sudah memberikan pelajaran penting bagi hidupku!”. Pada akhirnya, semua luka batin yang tersembuhkan dalam hidup kita akan menjadi kebijaksanaan yang penting.

dan semoga readers menyadari bahwa mengampuni adalah salah satu bukti dari rasa mencintai dan mengasihi sesama.

Selamat mengampuni dan berdamai dengan luka batin anda.

sumber dari sini

sumber gambar : pinterest

You may also like

3 Comments

Leave a Reply