Tentang He’s just not that into you

Dalam suatu hubungan, jujur saya suka selalu push teralu dalam mengenai sifat saya dengan sifat pasangan saya dengan mengatasnamakan FIGHT.

push dan fight itu beda tipis lo.

ketika kita memaksa sesuatu yang sebenarnya tidak pantas untuk diperjuangkan, rasanya pasti menyakitkan.

sama saja dengan membuat tubuh dan jiwa kita rusak.

Jujur sampai saat ini, saya pun masih bingung, esensi dari kata fight.

apakah ketika fight, kita memang harus terluka?

apakah ketika fight, kita harus membiarkan merelakan segala sesuatu agar kita tidak menjadi diri sendiri – menerima semua perbuatan darinya yang tidak kita sukai dengan embel-embel fight?

dan yang paling penting, apakah dia memang pantas saya perjuangkan?

dulu saya berpikir dan berharap bahwa

seseorang pria diluar sana, yang benar-benar sayang saya sama saya, pasti juga akan fight buat saya, apapun kondisinya, dia slalu berfikir bahwa hanya dia yang pantas untuk membahagiakan saya.

Pria itu tidak akan pernah mengatakan bahwa segala sesuatu yang dihabiskan bersama saya adalah membuang-buang waktunya.

Pria itu tidak akan pernah mengatakan kata pisah sekalipun itu hanya candaan

ato bahkan berpikir untuk kembali ke kehidupan lamanya jauh sebelum bertemu dengan saya.

Pria itu setidaknya harus merasa bahwa saya adalah tempat terakhirnya untuk pulang.

dan ketika kalian [baca wanita] menemukan pria seperti itu, saya cuman bisa bilang perjuangkanlah dia baik-baik.

tapi disaat kita [baca wanita] belum menemukan yang seperti itu, sorry to say.

He’s just not that into you.

Dari segala usaha kita, kita sudah meyakini semuanya namun tetap saja tidak ada perubahan yang berarti, lebih baik kita yakin bahwa pria itu memang bukan untuk kita, dan memang tidak mau bersama dengan kita.

And believe if he is the one, he will be with us no matter what kind of storm hitting along the way

karena sebesar apapun masalah yang dihadapi, dia pasti akan memegang tangan kita dan ngelewatin semuanya bersama, no matter what happen.

Tulisan ini saya tutup dengan kalimat yang pernah baca di salah satu notes sahabat saya [mbak Tira – thank you]

“He try to blame this whole mess is your fault and you be ruin by your guilt and see him as the perfect one..

You must challenge him to be a man who can fight not using who’s right or wrong but by show what best in him for you.

You are the girl not him..

he should fight more..

you have done enough..”

You may also like

4 Comments

Leave a Reply