Rectoverso

Selamat datang bulan Juni :]

Hari Minggu kemaren termasuk hari bermalas-malasan buat saya sampe-sampe berat saya naik lagi :[ gimana ga naik, hari minggu kerjaannya makan – tidurΒ  – nonton – makan – tidur – nonton .

Kemaren, saya kebetulan minjem film rectoverso *yeay*

tumblr_mg91joX4Hw1rtzqnyo1_500

setelah menyesal cukup lama gara-gara ngga sempet nonton rectoverso di bioskop februari lalu, akhirnya dapet juga film rectoverso :]

Untuk review filmnya mungkin udah banyak banget ya di tumblr dan blog-blog lainnya, saya cuman kasi review sedikit disini.

Kenapa saya exited banget sama rectoverso?

karena saya sudah baca novelnya rectoverso berkali-kali dan hampir semua karya mbak Dee sudah saya baca :], rectoverso versi novelnya sendiri ada 11 cerita + dengan masing-masing lagunya.

dari 11 cerita itu saya paling sukaΒ  ‘aku ada’Β  – ‘malaikat juga tahu’ – ‘peluk’ – ‘firasat’ dan ‘selamat ulang tahun’.

sayangnya yang di filmkan hanya ‘malaikat juga tahu’,’firasat’,’hanya isyarat’,Β  ‘cicak di dinding’ dan ‘curhat buat sahabat’.

Okay, lanjut ke filmnya ya, Rectoverso disini merupakan film omnibus dari sutradara mbak-mbak yang cantik-cantik, dan terkenal di dunia entertaiment Indonesia.

Rectoverso versi film sendiri kalo ngga salah punya tagline ‘cinta yang tak terucap’ – jadi ceritanya banyak kisah cerita cinta yang tak terucap disini.

Mulai dari cinta tak terucap antara sepasang sahabat, cerita cinta anak pemilik kos dengan penghuni kos, cerita cinta pengagum punggung, cerita cinta perempuan yang belum bisa menerima firasatnya,cerita cinta sang pelukis πŸ˜€

Buat saya yang paling juara adalah scene cerita ‘malaikat juga tahu’ dari segi pemain apalagi didukung cerita yang bagus juga.

Malaikat juga tahu ini menceritakan kisah cinta seorang Abang yang dimana punya kelainan fisik yang jatuh cinta dengan penghuni kosnya, disini lukman sardi mainnya bagus banget, mana backsoundnya dinyanyikan oleh om glenn fredly,kompilasi yang pas banget alhasil terakhir scene, tissue melayang ke muka saya *hahaha*

Untuk ‘Curhat Buat Sahabat’ scene ini mengingatkan saya dengan sahabat saya tapi sayang , saya kok ngga dapet feelnya ya di scene ini antara pemainnya, kalo ceritanya sih bagus.

Untuk Hanya Isyarat, pemain ceweknya pas banget sih [saya lupa namanya] tapi nontonnya miris banget, masa jatuh cinta hanya sebatas punggung, walaupun itu ada ya, cuman kasian banget ga tega rasanya.

Untuk scene ‘Firasat’ & ‘Cicak‘ saya ngga bisa kasih tanggapan apa-apa karena menurut saya biasa saja.

Menurut saya Rectoverso film sendiri cukup sukses menganut ‘cinta yang tak terucap’ disini, jadi saya ngga nyaranin orang yang lagi galau – lagi sedih nonton ini tambah feel better bisa-bisa tissue satu pack habis lagi :p

So bagi penyuka film drama cinta, saya rekomendasikan untuk menonton kisah cinta dari segi yang tak terucap dan versi Indonesia ya yaitu film Rectoverso.

Selamat hari senin guys!

You may also like

7 Comments

Leave a Reply