Photograph

“What i like about photographs is that they capture a moment that’s gone forever, impossible to reproduce.” ― Karl Lagerfeld

source : pinterest
source : pinterest

Ijinkan saya bercerita mengapa saya sangat jatuh cinta dengan sebuah foto, jauh sebelum saya mengenal Annie leibovitz, Jerry Aurum atau kakak sepupu saya sendiri [seorang fotografer juga], saya jatuh cinta pertama kali dengan foto sejak saya SD.

Berawal dengan kamera fuji film, yang masi menggunakan film, dan saya masih menyimpan kamera itu sampai sekarang – lalu kamera digital saya kamera kodak, sampai akhirnya ketika saya sudah mempunyai uang jajan sendiri saya jatuhkan pilihan saya pada Nikon saya, D3100.

Memang bukan untuk kalangan profesional, tapi D3100 ini sudah lumayan mencukupi rasa haus saya akan dunia fotografi.

Saya setuju dengan ucapan Keara [Antalogi Rasa – Ika Natassa] page 163, ketika adegan Ruly bertanya kepada Keara mengapa menyukai fotografi,

“Pernah nonton One Hour Photo-nya Robin Williams nggak?” kataku

Ruly menggeleng

“Di film itu,Robin Williams memerankan tukang cuci foto di semacam K-Mart atau Wal-Mart gitu, gue lupa nama tokohnya siapa, tapi dia bilang begini : nobody takes picture of something they want to forget.” Aku menatap Ruly. “Karena itu gue suka fotografi, Rul. Hidup sudah susah. Tapi dengan kamera ini, gue bisa memilih mana yang mau gue ingat dan mana yang nggak.”

Thats it, dengan foto – selain foto itu menurut saya bisa membuat orang mampu menjadi kreatif membayangkan pesan dalam foto tersebut, foto juga membantu untuk mengingat mana hal-hal dalam hidup ini yang pantas untuk diingat dan mana yang nggak.

Sebagian isi memory di gadget saya pun kebanyakan adalah foto, entah foto orang lain yang saya download ataupun foto karya saya sendiri.

1148747_10151776256849084_2031554325_n

Saya bahkan punya cita-cita besok rumah saya harus dihiasi oleh foto karya saya sendiri dan saya punya ruangan yang isinya segala macam lensa dan atribut foto lainnya bahkan kalo perlu studio foto pribadi *Amin* meskipun saya tahu,investasi hobi ini ngga murah ya :p

Sepanjang pengalaman saya hunting foto dengan nikon saya, saya paling demen foto cahaya matahari ketika di daerah yang banyak pohonnya, meskipun banyak hasilnya yang gagal 🙁

love sunlight like this
love sunlight like this

Tapi kalo ditanya impian, saya pengen banget bisa jadi bagian dalam kehidupan seseorang, yap Foto Prewedding,Wedding ataupun Birth.

dan ketika ditanya siapa influence saya dalam fotografi, saya punya banyak sekali dan mungkin kalo saya jabarkan bisa panjang sekali.

yang pasti ada Annie leibovitz, Todd Laffler dengan Pre/Wedding Photography-nya dan Om Jerry Aurum dan Om Arbain Rambey

dan yang pasti saya ngga pernah absen mantengin lightbox times magazine dan Koran Kompas edisi fotografi .

dan buat saya hobi foto pun ngga harus menggunakan kamera dslr, kamera handphone pun mumpuni – namun ada hasil ada kualitas ya.

so, bagaimana arti sebuah foto buat kamu?

“All photographs are memento mori. To take a photograph is to participate in another person’s (or thing’s) mortality, vulnerability, mutability. Precisely by slicing out this moment and freezing it, all photographs testify to time’s relentless melt.”
Susan Sontag

You may also like

6 Comments

  1. semangat buat Ajeng,,,terus belajar…..
    saya paling suka dengan ucapan | Keara [Antalogi Rasa – Ika Natassa] page 163 | yang kamu utarakan…
    saya mengumpulkan koleksi foto dan sket tentang suatu objek memory masa lalu..
    itu adalah gambaran dari kenangan yang tersisa sehingga orang lainpun merasakan kehangatan yang sama 🙂

Leave a Reply