Pengalaman mengikuti Retret Awal – Hidup Baru Bersama Roh Kudus

Tulisan kali ini, saya akan menceritakan pengalaman saya mengikuti Retret Awal di Pertapaan Karmel Ngadirekso,Tumpang Malang.

c14e1069500618e938e9a340550c2db1

Sekitar tahun lalu, saya sebenarnya sudah sangat ingin sekali pergi ke karmel Tumpang untuk mengikuti Retret, namun ternyata jadwal tidak pernah mempertemukan kami (ato saya ya yang ga mau ketemu untuk Tuhan? hihihi :p )

Jujur saja, sebenarnya saya ingin mengikuti Retret Penyembuhan Luka Batin namun dalam jadwal tersebut sebelum mengikuti Retret penyembuhan Luka Batin, harus mengikuti Retret Awal terlebih dahulu, maka saya berdoa supaya di tahun 2014 saya bisa punya jalan untuk pergi ke Tumpang, eh Puji Tuhan, atasan saya memberikan saya jadwal retret selama satu tahun di tumpang selama tahun ini.

Lalu saya cocokkan tanggalnya, saya masih ragu tidak bisa mengikuti retret awal ini karena jadwal saya pada bulan-bulan awal tahun ini dan juga karena akses kesana yang jauh dan saya belom pernah sebelumnya, tapi saya berdoa dalam hati, “Ya Yesus berilah saya jalan untuk bisa menikmati kehidupan retret kembali”, ternyata Yesus buka jalan, suatu hari ketika acara arisan keluarga, entah mengapa, saya berbicara masalah retret awal ini kepada Budhe saya, dan saya ajak beliau untuk ikut dan beliau menyanggupi untuk ikut retret bersama saya, meskipun beliau sudah pernah mengikutinya. 🙂

Akhirnya tibalah hari tersebut tanggal 20 Feb 2014 – 23 Feb 2014, saya sudah jauh-jauh hari mengajukan cuti dari bulan Januari, padahal dibulan-bulan ini banyak project yang harus saya kerjakan, namun saya percaya Tuhan pasti akan menyediakan jalan.

Ternyata Budhe saya mengajak teman-teman lingkungan doa, dan saya pun mendapatkan teman baru, namanya Mbak Nina. Kami berangkat pukul 14:00 dari rumah Budhe saya ke Tumpang, kami mencarter kendaraan umum atau angkot bersama-sama dengan diisi sebanyak 5 orang termasuk saya.

Ternyata lokasi Tumpang sangat jauh sekali, dan tidak mungkin jika pertama kali datang tidak kesasar (kata suster sih juga gitu pas session retret :p )

Rombongan kami sempat hampir kesasar setelah berulang kali bertanya, namun Puji Tuhan kami bisa sampai ditempat yang kami rindukan, setelah datang kami registrasi untuk pengambilan kunci kamar beserta selimut.

Saya change kamar bersama mbak Nina (karena kami masih muda, cihuy) dan Budhe saya bersama teman-temannya yang dikatakan sudah sepuh/manula.

Puji Tuhan, saya mendapatkan kamar Bungalow, mirip seperti tinggal atau berwisata di hotel, buat saya ini suatu berkat karena Bungalow kami dikelilingi banyak pohon meskipun tidak ada kamar mandi dalam, namun saya merasakan seperti liburan.

Dan termyata kami berdua mendapatkan teman sekamar dari Denpasar, Ibu Airin dan Mbak Angelica, mereka ternyata juga terjebak dalam Retret Awal karena dipaksa oleh anaknya yang di Jakarta, Setiap kamar disana memang harus diisi maksimal 4 orang dan sejenis, kecuali memiliki hubungan sebagai anggota keluarga akan disatukan menjadi satu kamar.

Hari Pertama diisi oleh pengarahan apa saja inti dari Retret Awal ini, jujur awalnya saya bakal miss underestimate dengan Retret ini, paling isinya hanya session-session materi saja + Doa dan juga makanannya yang pasti hanya tahu dan tempe goreng.

Saya ingat betul sebelum berangkat saya cerita ke Mama dan Teman saya, saya tidak akan makan enak,tidak akan minum hot chocolate lagi selama tiga hari 🙁 dan begitu pulang retret saya akan cepat buru-buru makan enak dan beli hot chocolate.

Ternyata dugaan saya salah semua hahaha

Memang makanan disana tidak ada daging sapi ataupun ayam, mereka mengolah tempe dan tahu namun masakannya luar biasa kalo ga percaya cobalah ikut Retret (promosi hahaha)bukan karena kondisi lapar juga, karena kantin susteran pun jualan jajan kripik ataupun pop mie, namun masakan para suster sungguh luar biasa, idenya kreatif dan rasanya pun luar biasa enak sekali.

Bagaimana dengan Retretnya?

dugaan saya pun salah, tadinya saya pikir akan monoton kegiatannya, ternyata tidak sama sekali, semua kegiatan Retret tersebut luar biasa, saya merasakan hidup baru bersama Roh kudus dimana pada saat Retret Awal ada sesi pencurahan Roh Kudus.

Bagaimana dengan tidur?

What Can I say? Nyenyak pake titik 😀 dan ga ada nyamuk padahal sekeliling hutan. Walaupun tempatnya diujung jauh disana, suasananya sangat hening, Bagi anda yang bosan melihat gedung-gedung bertingkat, mendengar suara klakson, disini benar-benar tidak akan anda dengar dan lihat, segala sesuatunya hijau, anda bisa melihat sinar matahari pagi yang melewati dededaunan, mencium aroma tanah saat habis hujan dan merasakan air yang luar biasa segar.

Saya benar-benar fokus mengenai Retret ini, saya mendapatkan pengalaman baru dan merasakan kebahagiaan yang belum pernah saya rasakan sebelumnya, sukacita dan damai yang penuh, ah sungguh Retret di karmel membuat saya kangen untuk kembali lagi 🙂 .

Saya tidak bisa menggambarkan dengan kata-kata bagaimana kebahagiaan yang saya terima ketika disana, sungguh memang ajaib berkatNya. 🙂 saya sarankan buat yang ingin merasakan damai, sukacita bisa mengikuti retret ini.

Intinya Retret Awal bertujuan untuk memberikan pembaharuan kehidupan baru bagi kita dan mengkatifkan kembali Roh Kudus dalam kehidupan kita, bagi yang sudah di baptis dan krisma sejak lama, dan ingin merasakan Tuhan (meskipun Tuhan dekat dengan kita setiap saat) atau bagi seseorang yang jenuh dengan rutinitas kesehariannya, stuck project yang gak kelar-kelar [gue banget ini], stuck macet, hidup berasa flatless dan ga tau arah tujuannya kemana, mungkin saatnya anda untuk me-refreshing-kan kehidupan Iman anda.

Terima kasih Tuhan & Para Suster Karmel beserta dengan peserta dan roommate saya, terima kasih atas pengalaman yang luar biasa ini bagi saya.

Tuhan Memberkati 🙂 selamat mencoba

8d1a5d50edf51274d6da31c72b790b00

note : sayang banget saya tidak sempat mengabadikan dengan kamera saya, karena niat saya memang datang untuk retret , lain waktu akan saya ambil foto-foto disana.

 

 

 

 

You may also like

Leave a Reply