Where is my passion?

“Passion (from the Latin verb patī meaning to suffer) is a term applied to a very strong feeling about a person or thing. Passion is an intense emotion compelling, enthusiasm, or desire for anything.”[wikipedia]

9ad276d83ae98bd76ca79f446f02d21a

akhir-akhir ini kita sering mendengar ataupun membaca mengenai “passion” , bagi sebagian orang awam pasti masih bingung benda macam apa itu passion,seperti apa bentuk passion itu.

Seperti yang tertulis pada wikipedia, passion merupakan sesuatu [hiyaa kayak syahrini :p] rasa hal/bidang yang kita sangat-sangat sukai, bisa juga disebutkan dengan antusias, ataupun berhasrat akan sesuatu [tuh kan sesuatu lagi].

Saya pernah menulis tentang passion ini pada tulisan sebelumnya, disitu saya sangat antusias setelah membaca bukutentang passion dalam dunia kerja, bahwa sebenarnya your job is not your career. Note that!

Lalu apa bedanya job dengan karir?

Job adalah sesuatu yang kita kerjakan saat ini – baik itu secara terpaksa maupun dengan ikhlas dan biasanya terikat. Karir adalah suatu wadah dari job itu sendiri, dimana karir bisa kita tentukan sewaktu-waktu dan bebas. Masih bingung? Coba cari buku ultimate-U atau your job is not your career by Rene CC [saya bantuin promosi ya Mas Rene 😀 ]

Intinya adalah kita berhak untuk menemukan dan bekerja sesuai dengan passion kita.

9f80036097730778aa118a687bc6adf1

Wait, jadi intinya kita harus resign jika kerjaan ngga sesuai passion?

sebagai seorang yang passionate juga dibidang HR, saya lebih memilih bahwa tidak semua orang dalam mengejar passionnya tidak harus berubah drastis, bukan karena saya menahan source, dalam hal ini adalah human, tetapi ada banyak hal yang harus dipikir kan ketika anda mengejar suatu passion.

Saya mempunyai contoh case kasus sebagai berikut :

sebut saja Rudi [bukan nama sebenarnya] bekerja sebagai salah seorang akuntan pada suatu perusahaan telekomunikasi, Rudi termasuk karyawan yang sudah senior mengabdi pada perusahaan tersebut, suatu hari Rudi merasakan bahwa sebenarnya ia lebih tertarik dan antusias terhadap bidang HR ketimbang dunia keuangan,Rudi sadar bahwa dia telah menemukan passionnya namun bingung harus memulainya dari mana, mau pindah ke bidang HR tidak punya background HR,sebenarnya Rudi pun bisa apply bidang HR tetapi pada perusahaan lain, dimana beliau tau konsekuensinya jika melamar di perusahaan lain, dimana ia pun tidak punya background ilmu HR maka Rudi akan berada pada level beginners dimana ini ada sangkut pautnya mengenai salary. Jadi bagaimana cara mengelola kasus tersebut?

Menurut saya, kasus seperti Rudi, bisa dianalisa sebagai dua hal :

1. Rudi merasa bosan dengan kehidupannya sebagai seorang akuntan sehingga passion mengenai dunia keuangan berkurang

2. Rudi bimbang ketika dihadapkan antara passion dan uang

Solusinya adalah sebagai berikut :

1. Untuk poin pertama, saya sendiri percaya bahwa passion tidak harus serta merta kita langsung berubah, saya percaya ketika kita ditempatkan pada suatu bidang tertentu setidak-tidaknya,HR pada kantor kita menilai kita mempunyai kemampuan dalam bidang tersebut, meskipun kita belom mencapai ‘right man on the right place’. Sehingga saran saya adalah coba Rudi membuat sesuatu program kerja yang baru,alur yang baru sehingga Rudi sendiri tidak bosan.

1bc8c26a423f889b23e91cd7a1ddffca

2. Ada yang pernah bilang ke saya bahwa follow your passion and your money will follow that. Memang akan jauh lebih menyenangkan jika anda bekerja dengan passion dan dibayar sesuai dengan passion anda, buat saya itu luar biasa, karena selain kepuasan batin yang kita dapatkan, materi [baca : uang] juga mengikuti. Jadi seharusnya jika Rudi merasa yakin sudah stuck pada kondisi kedua, tidak ada salahnya anda mencoba pertimbangan untuk resign dan mencoba apply pada bidang baru tetapi akan jauh lebih baik lagi jika Rudi sebelum resign mengambil ilmu background HR, karena tidak semua HR dalam suatu perusahaan bisa menerima anda pada bidang HR sekalipun anda niat namun tidak mempunyai ilmu dasar HR.

Jadi masih bingung sama tulisan saya diatas?

Intinya adalah temukan passionmu meskipun diri anda saat ini tidak berada dalam right place. Temukan hal-hal yang membuat anda bergairah atau antusias dalam mengerjakan sesuatu yang biasanya anda rutin mengerjakannya, ketika dirasa anda sudah stuck dengan kondisi tertentu dan sudah merasakan bahwa ini lah saat yang tepat untuk pergi mengejar passion, so mau tunggu apa lagi, kejar dan raihlah passion anda.

Saran saya, akan jauh lebih baik jika ketika mengejar passion perhatikan baik-baik langkah yang anda ambil, perhatikan secara terukur dampaknya,tidak serta merta mengejar passion lalu anda tidak terukur memikirkan kerugian yang anda alami, dalam hal ini kerugian yang tidak wajar.

Jadi, selamat mencari passion anda! Cheers 🙂

a60eabb5664a4c363a9bdd85a92cda55

 

 

You may also like

Leave a Reply