Happy Employees = Happy Customers

Pernah denger kalimat pernyataan saya diatas?

happyemployees

Happy Employees means Happy Customers.

Bagi yang sudah-sudah, silakan manggut-manggut dan berbagi opini dengan saya, bagi yang belum mari saya jelaskan apa maksud dari pernyataan diatas.

Setiap perusahaan pasti memiliki pegawai dan client/customers. Setiap hari perasaan setiap pegawai dan customers selalu berubah-ubah, ada kalanya bahagia,senang,sedih, biasa saja ataupun galau ๐Ÿ™‚

Dengan berbagai kondisi manusia pada umumnya, dampak perasaan kepada manusia sangat berperan besar kepada keuntungan perusahaan.

Kok Bisa?

Bisa dong, pernahkah anda menemukan pegawai dalam suatu perusahaan , sebut saja perusahaan makanan cepat saji, dimana pegawainya mukanya tertekan,pelayanannya lambat, tidak ada senyum, mana galak pula – bisa dipastikan perusahaan tersebut cepat atau lambat akan tutup karena banyak pembeli yang mungkin akan beralih ke perusahaan makanan cepat saji lainnya yang mana mungkin lebih mahal sedikit namun benar-benar menempatkan customer sebagai raja serta pegawainya ramah-ramah dan sesuai dengan standart ‘cepat’ dalam pelayanannya.

Dalam hal ini, seharusnya management perusahaan cepat saji yang galak itu seharusnya berkaca pada sistem pelayanannya, bukan hanya memecat karyawannya yang dirasa bertanggung jawab.

Apakah manajemen yang diterapkan disini sudah tepat? Apakah semua pegawai bisa menerapkan manajemen yang sudah ditetapkan? dan lain lain.

Balik lagi soal ‘happy’ tadi

Secara manusiawi, ketika kita bahagia, pasti kita akan mencoba untuk membagikan kebahagiaan tersebut kepada orang lain, semisal jika anda adalah seorang anak sekolah, dan di sekolah anda mendapatkan juara pararel, pasti ketika tiba di rumah anda dengan tidak sabarnya bercerita kepada seluruh keluarga anda.

Begitu juga konsepnya kepada karyawan yang bahagia.

smiley

Ketika karyawan dengan tulus berbagi kebahagiaannya, energi bahagia itu akan bertransfer kepada customer. Dalam hal ini customers tidak harus selalu customer dalam arti real, namun bisa jadi teman kerja anda, teman anda namun tidak satu kantor ataupun keluarga anda intinya karyawan yang happy dapat memberikan dampak energi positif bagi lingkungan sekelilingnya.

Lalu pertanyaannya, bagaimana cara membuat karyawan anda menjadi Happy?

Menurut sebuah link yang saya baca di mashable.com dimana disitu terdapat hasil survey beberapa karyawan dalam postinganย  “8 Ways to keep your employees happy” by Laureen Dell, ada 8 cara yang dapat membuat karyawan anda senang, setidaknya mereka bahagia meskipun standrat kebahagiaan setiap karyawan berbeda-beda, at least we try.

so here we go.

1. Have a Mission

Setiap perusahaan pasti mempunyai visi & misi selain hanya dalam hal keuntungan. Namun sudah cukup jelaskan perusahaan dalam hal visi & misi ini? Seberapa besar kebahagiaan karyawan juga diperhitungkan dalam visi & misi ini? Dan yang lebih global lagi, seberapa besarkah impact visi dam misi ini bagi dunia global? atau masyarakat sekitar?

2.ย  Give Employees Ownerships

happy-workers

Dalam hal ini lebih dibahas mengenai self belong antara karyawan dan perusahaan, apakah karyawan sudah merasa memiliki perusahaan tersebut?atau sebaliknya? merasa asing dengan kantornya sendiri. Menurut penelitian karyawan yang mendesain ruang kerja mereka sendiri 32% jauh lebih produktif dalam bekerja karena mereka merasakan memiliki kantor tersebut hal ini diteliti oleh perusahaan Hire Space di London.

Pentingnya memiliki rasa bahwa kita memiliki perusahaan ini tidak hanya dapat dilaksanakan pada perusahaan kecil saja, perusahaan besar dan kompleks harus juga memiliki karyawan yang bangga dan mempunyai rasa memiliki terhada perusahaannya.

3. Get people to talking each other

Coba amati perusahaan anda, apakah setiap kali lunch break divisi marketing hanya berkumpul dengan divisi marketing saja?atau divisi HR hanya dengan divisi HR saja? Jika seringkali seperti itu, sudah pasti setiap kali general meeting bisa selalu terjadi gontok-gontokan tiada henti, merasa bahwa divisinya paling benar dan lain-lain. Lalu bagaimana jika hal itu terjadi apakah keuntungan dapat tercapai? Bisa jadi tercapai namun sedikit dan pasti tidak mulus, karena salah satu divisi ada yang tersakiti. Benar kan?

Well, analogikanlah perusahaan anda adalah sebuah tubuh, dimana otak merupakan divisi product, mulut merupakan divisi marketing , mata merupakan divisi finance, hidung merupakan divisi HR (atau sebaliknya) intinya adalah jika salah satu sakit seharusnya yang lain ikut sakit dan saling bantu membantu,Bagaimana bisa mencapai keuntungan jika team marketing sakit?Bagaimana bisa mendapatkan bonus jika divisi finance tidak bisa mengerjakan pembukuan perusahaan dengan benar?

Thats it.ย Pada perusahaan formstack mereka memiliki hari bagi karyawannya untuk sharing session – dari segala lintas divisi dan negara, tidak ada lagi ceritanya sharing session yang tidak bisa dilakukan dalam lintas negara, hello apakabar Skype? ๐Ÿ˜€ Dalam sharing session tersebut setiap karyawan dapat berkolaborasi dengan ide-ide mereka, misal antara ilmuwan dan marketing, sehingga setiap karyawan tau apa yang harus mereka lakukan dalam membangun kemajuan ide-idenya atau perusahaannya.

4. Provide (and Ask for) Regular Feedback

love-my-job

Saya sebenarnya paling ga suka mendengarkan orang yang berbicara buruk mengenai kebijakan perusahaan ataupun budaya dari suatu perusahaan lalu membanding-bandingkannya.

Buat saya ketimbang ngerasani perusahaan sendiri, mengapa tidak memberikan feedback kepada manajemen terkait ketimbang koar-koar di socmed? Namun saya juga tidak menyalahkan beberapa karyawan yang berperilaku demikian, banyak faktor yang menyebabkan beberapa karyawan melakukan hal tersebut, mungkin karyawan tersebut merasa sudah memberitahukan hal kebijakan yang tidak sesuai namun manajemen masih belum bisa memfasilitasi/membahasnya dengan kompeten.

Setiap perusahaan pasti memberikan nilai pada setiap karyawannya, namun jangan hanya perusahaan menilai performance karyawannya saja, tetapi ijinkanlah para karyawan mengutarakan kebijakan/budaya suatu perusahaan yang baik menurut mereka sehingga mereka merasa dihargai.

5. Have a culture commitee

Setiap perusahaan pasti memiliki karyawan dari berbagai macam budaya, pernahkah anda berkolaborasi untuk mengadakan sedikit acara inkultural budaya terhadap karyawan? atau selama ini tidak ada acara yang berarti – hanya sekedar 8 to 5 lalu go home?

Buat saya, seharusnya kantor merupakan rumah kedua bagi saya, dimana masuk ke kantor itu fun, tidak ada perasaan terpaksa,walaupun dikejar dengan dateline namun kita tetap happy dalam mengerjakannya.

Dengan adanya company culture yang baik, karyawan seharusnya menjadi betah tinggal di kantor, mereka akan merasakan bahwa ngga terasa sudah lewat dari jam 5 berada di kantor namun masih tetap bersemangat dalam mengerjakan project.

Hal yang paling simple mengenai culture dalam suatu company adalah kebersamaan, ciptakan suatu suasana bahwa antara karyawan dan CEO itu sejajar-sama sama saling menikmati bercanda tanpa harus ada gap.

Semakin sering anda menyelipkan program kebersamaan seperti itu, niscaya kerja sama tim yang solid akan didapatkan.

6. Encourage The Team to Live the Brand

Nah ini dia yang sering kali perusahaan lupa,mereka mempunyai asset yang banyak dalam hal mengiklankan/promosi dengan product mereka, jangan hanya menyandarkan pekerjaan promosi product terhadap divisi marketing.

Seharusnya divisi Finance pun harus tau dan bangga memiliki product yang dihasilkan suatu perusahaan. Setiap karyawan apapun divisinya harus mempunyai passion mengenai product perusahaan anda, mereka bangga dan senang hati berbagi visi dan misi product tersebut kepada orang lain.

Jika karyawan sendiri saja acuh tak acuh mengenai product kita, bagaimana orang lain (customers) bisa peduli?

7. Place a Premium on Employee Health

jim-link-quote-healthier-employees-mean-happier-employees-theres-less

Didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Jika karyawan sakit-sakitan tentunya pekerjaan tidak dapat selesai tepat waktu.

Tidak perlu menyediakan fasilitas gym di ruangan kantor [kalo mampu juga lebih baik] namun saya rasa lebih baik ada masanya ketika kegiatan fisik (olahraga) bersama harus ada, disamping membuat tubuh bugar kembali, dengan adanya berolahraga bersama tentunya memberikan semangat baru dalam bekerja.

Perusahaan yang baik seharusnya menempatkan kesehatan karyawan sebagai prioritas. Selain halnya dengan berolahraga, evaluasilah karyawan yang dirasa harus mengambil cuti, ada beberapa karyawan yang sangat workaholic sehingga mungkin dalam setahun sedikit dalam mengambil cuti, karena selain kesehatan mencakup fisik, mental juga harus dijaga.

Anda tentunya tidak mau bukan punya karyawan yang mendadak bermental gila karena teralu letih dalam bekerja dll ๐Ÿ˜€

8. Recognize That Perks Are Nice, But They’re Not the Ticket to Retention

Beberapa fasilitas yang berlebihan mungkin akan membuat karyawan anda happy, namun menurut Brandon Kessler , CEO ChallengePost mengatakan “People think culture translates to parties, vacation, and non-business-y policies. I disagree โ€” culture is the personality of the business, and you have to mean it and stick to it inside and outside of the company,Studies show successful companies that actually have a culture and stick to it are the ones who win. If you are starting a company, you should be as focused on the culture you want to have as you are on your product. It’s much easier and more authentic to define it at the beginning than later on.”

intinya adalah selalu selaraskan culture dengan product anda dan selalu fokus dalam hal tersebut.

Happy-Employee-trifecta

So, ini adalah hasil survey bagaimana membuat karyawan agar selalu happy pada perusahaan anda, pada intinya adalah kita harus selalu menghargai hasil kerja setiap karyawan dalam perusahaan kita dan mereka harus tahu bahwa kita menghargai hasil kerja mereka.

Happy-worker-300x231

Salam HR!

source pict : google

source link : mashable.com

 

 

 

 

 

You may also like

3 Comments

Leave a Reply