Global Talent [HR Tips]

Pada Tahun 2015, Indonesia dan negara-negara yang tergabung dalam ASEAN akan memulai AFTA [Asean Free Trade Agreement], disatu sisi AFTA menguntungkan kita dalam berbagai hal, disatu sisi yang lain kalau kita [baca : bangsa kita] tidak mempersiapkan diri dengan baik, akan sangat mungkin kita akan tergilas oleh negara-negara ASEAN yang lain.

sumber : flickr
sumber : flickr

Dalam segi dunia HR/HC dengan adanya AFTA, kita akan menghadapi Global Talent dimana akan sangat mungkin pemain atau karyawan kita tidak hanya di dominasi oleh warga negara kita sendiri, melainkan oleh warga-warga negara ASEAN lainnya.

Pagi hari ini, ditemani segelas kopi, saya membaca tajuk suatu majalah HR mengenai siapkah Indonesia atau siapkah SDM Indonesia menghadapi Global Talent?

Suatu topik yang cukup menarik untuk direfleksikan dan di persiapkan sebelum program tersebut go live[tahun 2015], saya rasa tidak hanya HR yang perlu bersiap karena seharusnya setiap bagian departement/divisi dalam suatu perusahaan harus bersiap menghadapi perubahan Global Talent dalam waktu dekat.

Menurut yang majalah yang saya baca, pengertian Global Talent sendiri merupakan talent yang kelasnya diakui oleh dunia, dimana selain memiliki technical exellence, talent tersebut juga mampu untuk bekerja sama dengan berbagai bangsa.

Lalu bagaimana dengan divisi HR, apa yang harus dipersiapkan?

Menurut saya, sebagai divisi HR – seharusnya kita selalu mempersiapkan karyawan kita untuk bisa dan mampu bersaing secara global , membekali mereka dengan skill yang mereka butuhkan supaya mampu menghadapi persaingan yang kompetitif dengan talent-talent luar lainnya.

Skill tersebut antara lain   :

1. Mengajak karyawan untuk mempunyai mindset secara global dan memperluas pengetahuannya misal diadakan sharing session dengan staff sudah mempunyai pengalaman bekerja di luar negeri.

2. Pentingnya penguasaan bahasa asing serta technical skill , tidak jarang saya melihat beberapa karyawan yang belum fasih untuk menggunakan bahasa inggris sehingga saya pun sering melihat beberapa perusahaan yang extra effort membantu menawarkan kursus Inggris kelas karyawan di kantor. Sedangkan, technical excellence sendiri berarti bahwa SDM tersebut harus memiliki keahlian khusus [be unique].

3. Self Articulation & Assertive Communication yaitu kemampuan berkomunikasi dan menampilkan diri di depan forum, saya sering melihat entah mungkin karena budaya atau memang tidak peduli, seringkali peserta forum/meeting ketika sedang mengikuti forum/meeting seringkali acuh tak acuh, ketika dilontarkan ‘any questions?’ banyak yang diam membeku tetapi tidak jarang bertanya dibelakang alias rame sendiri, perilaku seperti ini yang seharusnya dibenahi.

4. Intercultural sensitivity & awareness dimana mengenai faktor-faktor pengelolaan yang diperlukan dalam menghadapi perbedaan budaya sehingga dapat meminimalisir culture shock seorang karyawan nantinya.

Intinya dalam menghadapi dampak global talent ini  adalah mengenai level of confidence , communication & skills serta diperlukan keberanian untuk keluar dari comfort zonenya jika ingin sukses di dalam persaingan global talent kedepan.

sumber : flickr
sumber : flickr

 

Selamat mempersiapkan dan  menghadapi   Global Talent 😀

 

 

sumber : HC Magz Edisi 5 by portalHR

 

 

 

 

 

 

You may also like

Leave a Reply