Enough Said

disclaimer : tulisan ini saya buat iseng-iseng melatih menulis karya fiksi saya, tempat dan nama hanya suatu fiksi belaka. Happy Reading!

———————————————————————————-

espressoPerempuan itu meminum Espressonya perlahan, seolah-olah dia lupa kalau hari ini hari sabtu – hari yang cukup santai dan tidak perlu espresso di tengah hari ini, tapi menurut perempuan itu berbeda, hari ini dia harus minum Espresso, setidaknya rasa pahitnya bisa membunuh perasaannya sekarang setelah peristiwa tadi malam.

Sambil menikmati Espressonya, perempuan itu menikmati alunan kompilasi antara John Mayer dan John Coltrane di ipodnya, tidak secara kebetulan dia menyukai orang – orang yang bernama John, kecuali satu John di dalam hatinya – yang berhasil mengacak aduk pikiran seseorang perempuan yang bisa dibilang sangat mandiri dan independent di seusianya, karena di otaknya hanya ada 0 dan 1.

Setidaknya bacaan majalah ataupun bukunya pada sabtu ini adalah yang ringan-ringan,tidak perlu yang berat-berat seperti (QOS) Measurement Evaluation of Telecommunications by William C. Hardy
A john Wiley & Sons , namun perempuan itu membacanya-entah membaca secara serius ataupun hanya sebagai penghilang ingatan akan kejadian semalam.

Ditempat kerjanya yang bisa dibilang rata-rata adalah kaum adam, perempuan ini tidak jarang mempunyai sifat yang sama seperti kaum adam, dingin dan teralu cuek – namun segalanya berubah ketika bertemu dan kenal dengan John.

Perempuan itu sadar, sekeras apapun berusaha untuk menghilangkan kejadian tadi malam, peristiwa itu tetap teringat di dalam otaknya. Mungkin orang lain akan menganggap peristiwa itu sepele namun tidak bagi perempuan itu.

Bagaimana bisa, seseorang John yang pernah berbagi mengenai rahasia terbesar dalam hidupnya kepada perempuan ini, namun si John tidak menyimpan nomor handphone primary perempuan ini ? How stupid he is ?

semula bermula ketika perempuan ini mengirimkan sms – just asking how are you dan perempuan ini pun sudah pernah sms sebelumnya kepada John setidaknya ekspektasi perempuan ini, si John seharusnya menyimpan nomornya.

namun ekspektasinya salah – John hanya membalas dengan

“Hai, ini siapa ya?”

Perempuan ini menarik napas, berusaha tenang dan seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Perempuan ini pun membalas sms dengan elegan, tanpa emosi

“Oh jadi ga save nomorku ya? atau memang sudah lupa? Clara”

John membalas dan menerangkan alasan mengapa tidak di save,tentang kabarnya dan tentang kegiatannya,tetapi bagi perempuan itu apapun alasannya sudah tidak penting baginya.

John pun sempat sms lagi, namun tidak dihiraukan bagi Clara. Bagi Clara this is enough.

Almost one years Clara menyimpan perasaan ini kepada John, dan beberapa bulan lalu Clara mengungkapkannya, just saying what her feels dan tidak menuntut perubahan apapun namun setidaknya dia lega.

Namun entah Clara yang berubah ataupun John yang berubah – dan mungkin ini saatnya bagi Clara untuk percaya akan kutipan dari film yang setahun lalu ia tonton

“Girls are taught a lot of stuff growing up.
If a guy punches you, he likes you. Never try to trim your own bangs and someday you will meet a wonderful guy and get your very own happy ending.

Every movie we see, every story we’re told implores us to wait for it, the third act twist, the unexpected declaration of love, the exception to the rule.

But sometimes we’re so focused on finding our happy ending, we don’t learn how to read the signs. How to tell from the ones who want us & the ones who don’t, the ones who will stay and the ones who will leave & maybe a happy ending doesn’t include a guy, maybe.. its you, on your own,picking up the pieces and starting over, freeing yourself up for something better in the future.

Maybe happy ending is just moving on. Or maybe the happy ending is this, knowing after all the unreturned phone calls, broken-hearts,through the blunders and misread signals, thourgh all the pain and embarrassment, you never gave up on hope.” – He Just Not That Into You

Perempuan itu lalu membayar tagihan Espressonya dan pergi secepatnya, berharap dia juga bisa pergi secepatnya dari dunia John.

dan perempuan itu bernama Clara.

You may also like

6 Comments

  1. Betapa bodohnya si john y 🙂 .. smoga clara mendapatkan yg lebih baik dari si john 🙂
    pastinya akan lebih baik dengan tak mengingat lagi si john… anggaplah dia datang untuk tidak dikenang ataupun diingat… semoga mendapat yg terbaik clara ..

  2. Makanya SMS tiap hari biar slalu diingat sama John :p
    atau nih, bisa jadi sistem di HP dan otaknya emang disetting, pembersihan setiap 3 hari sekali, jadi lebih dari 3 hari anggepan kamu orang baru, lupa ingatan gituh :p
    Kalau memang Clara spesial bagi John, bukan hanya nmer HP yang disimpan, gaya smsnya pun akan slalu diingat, jadi gk harus kasi nama tiap akhir sms ya :p
    BTW, setidaknya itu bisa membuka mata Clara, siapa sih John itu,

Leave a Reply