Duo Backpacker goes to Jogjakarta

Jreng-Jreng-Jreng

Finally, after planning selama kurang lebih 5 bulanan, cita-cita saya dan teman saya , sebut saja namanya “Bunga” (tapi emang namanya bunga kok :p ) kesampaian untuk backpacker ke jogja (^_^)/.

walaupun cuman 3 hari 2 malam, namun liburan ke jogja kali ini berasa amazing dan wonderfull sekali berkat mas aan (thank you mas).

Kita memang berencana ke jogja untuk naik kereta (berangkatnya saja) namun pulangnya langsung naik bis atau travel.

Berhubung tidak dapat jam yang pas untuk bis dan travel, akhirnya kita memutuskan untuk naik KA ekonomi.

Yak ekonomi (namanya backpacker)

Awalnya saya skeptis akan naik kereta ekonomi, bakal seperti penuh sesak lautan manusia, kepala ada di jendela dan lain-lain namun sekarang KA telah berbenah, tidak ada penumpang yang berdiri, semua duduk dan petugasnya lebih aware serta care walaupun sempat ada dikit kelolosan tukang bersih-bersih yang memaksa untuk dibayar (bukan dari petugas KA), but overall its good.

dan tiket PP Surabaya-Jogja hanya seharga Rp 78.000 ribu (78 ribu udah sampe jogja man!!)

Untuk penginapan, awalnya mau cari on the spot dengan budget max 150.000/malam.

namun ternyata, karena takut ngga dapet tempat nginep, saya inisiatif cari hotel di ticktab dan voila, ketemu Hotel Merbabu.

well, begitu nyampe di stasiun lempuyangan, akhirnya nunggu untuk naik pramex ke statsiun tugu, karena hotel kita berada di daerah sosro, dimana dekat dengan stasiun Tugu.

Setelah nunggu dengan galau, akhirnya kesampaian naik prameks HOREEE…

walaupun cuman tujuan lempuyangan – tugu.

Sampe hotel Check in dan istirahat, sorenya kami berencana ke gereja.

sebelumnya saya sudah pernah ke  gereja yang dekat di daerah malioboro dimana, setahu saya adalah gereja St. Antonius di kotagede, namun buat saya itu teralu jauh, kalau dijangkau dengan jalan kaki bisa kurus sampe sana (lebay)

akhirnya datanglah jawaban dari mas aan, dan ketemulah gereja katolik kumetiran.

dimana posisinya pun dijalan kumetiran.

setelah browsing sana sini, dapet jadwal misa untuk sabtu sore jam 17.00.

Untuk antisipasi tersasar, karena via google maps kami berangkat pukul 16.30.

voila, akhirnya ketemu gerejanya meskipun harus tersasar, untungnya ketemu Ibu-ibu sepuh yang hendak ke gereja namun ternyata sebenarnya misanya dimulai jam 18.00.

lalu kami bertanya mengapa ibu tersebut datang jam 17.00, karena beliau ingin adorasi.

Karena pulang ke hotel pun nanggung, alhasil kami pun nunggu sampe misa dimulai.

Mulai dari ikutan doa adorasi bareng ibu sepuh itu sampe doa rosario sambil menunggu misa di mulai.

Selesai misa pukul 19.30. Its time for hangout.

saya dan Bunga dinner dengan cita rasa malioboro di lesehannya.

Cuman 20rb sudah bisa dinner nasi gudeg + nasi goreng

lesehan murah meriah
lesehan murah meriah

Selesai makan, kami janjian kopdar dengan Mas Aan di titik 0, yaitu di Bank BNI.

Setelah bertemu, saya dan mbak bunga diajak makan wedang ronde jahe di alun-alun kidul, dari situ sudah mulai terdengar suara jualan Pak Gatot dengan es gorengnya.

Saya sangat kagum dengan cara jualan pak Gatot yang mem-branding jualannya dengan sangat unik dan kreatif laksana penyiar radio.

Pokoknya kalo ke jogja lagi harus ketemu sama Pak Gatot penjual es goreng.

Sesudah dari alun-alun kidul, kami diajak hunting foto di Tugu Jogja,Benteng Vredeburg serta Bank Indonesia.

Satu kata, malioboro kalo malam minggu ngga pernah sepi.

Day 2:

Acara pagi ini adalah belanja, ya belanja titipan orang kantor,sanak sodara dan teman-teman. Yang paling banyak belanjanya ada mbak Bunga. Adegan belanja ini berlangsung di sekitar malioboro belom sampe pasar beringharjo.

pelajaran yg didapat : jangan bilang mau  pergi-pergi kalo ga mau dititipi oleh-oleh karena yg bikin rempong adalah menunggu konfirmasinya seperti oleh-olehnya sreg ga sama warna yg ini dll.

siang hari, kami diajak berwisata lagi explore jogja sekaligus hunting foto.

1 . Taman Sari

Kunjungan saya ke taman sari adalah yang kedua kalinya, namun kali ini adalah yg istimewa karena awannya sangat bagus namun tempat ini sangat-sangat ramai, jadi untuk mendapatkan foto yang bagus sangat susah.

taman sari jogja
taman sari jogja

2. Istana Ratu Boko

Ini adalah kunjungan saya yang pertama kalinya.

Istana Ratu boko merupakan satu komplek dengan Candi Prambanan.

Namun kami langsung ke istana ratu boko karena penasaran seperti apa dalamnya dan karena rekomendasi mas aan, disini object yang bagus untuk hunting foto.

Bergaya di istana Ratu Boko
Bergaya di istana Ratu Boko
Latian syuting :))
Latian syuting :))

3.Bukit Bintang

ini merupakan kunjungan pertama saya ke Bukit Bintang, walaupun tempatnya dipinggir jalan (ada sih warung tapi males masuk, dan spot fotonya lebih bagus di jalan) dan ramai sekali, namun pemandangannya bagus, apalagi saat sore dan mulai malam (ya iyalah namanya Bukit Bintang) karena liat lampu-lampu di kota Jogja menyala.

Bukit Bintang
Bukit Bintang

Day 3:

Its time back to reality. Saatnya pulang 🙁

kepulangan kami disambut dengan hujan deras di jogja.

Awalnya kami berdua akan naik becak untuk menuju stasiun lempuyangan, namun Santa Clause kami dateng (^_^)/…

Mas Aan mengantarkan kami sampai bandara, eh salah stasiun lempuyangan.

dan akhirnya perjalanan dan liburan kami berakhir…

last but not least

Buat saya dan Bunga, perjalanan pertama kali backpacker ini sangat menyenangkan, Jogjakarta memang istimewa dan selalu ngangenin (senggol bunga) 🙂

so, tunggu cerita perjalanan duo backpacker kami selanjutnya …

*To Be Continued*

backsound: Jogjakarta memang Istimewa

You may also like

6 Comments

    1. Thank you mbak buat kunjungannya, iya namanya bukit bintang. saya pikir bintangnya dilangit, ternyata bintang itu cahaya lampu di kota jogja bila dilihat dari dataran tinggi 😀
      baik, langsung meluncur ke blog mbak 😀

Leave a Reply