Cerita Minggu Palma

Hari ini bagi umat katolik merupakan minggu palma, hari raya pembuka untuk memasuki pekan suci. Tulisan kali ini saya akan sharing mengenai renungan saya ketika mengikuti misa perayaan minggu palma hari sabtu 12 April 2014 kemarin.

e3ef6e50589c0e907bdef86dbf5e9156

Jadi ceritanya, dikarenakan saya Minggu ada jadwal kuliah padat merayap dari pagi sampai sore, maka saya tidak memungkinkan untuk mengikuti perayaan misa hari minggu, sebaliknya saya ubah mengikuti misa minggu palma hari sabtu sore, sedih sih karena ga bareng keluarga, karena kebiasaan jika peristiwa besar saya, mama bapak dan adik2 selalu mengikuti perayaan misa bersama-sama, tapi gimana lagi demi toga ya begitulah,

Well, sabtu kemarin perayaan minggu palma disambut dengan hujan deras sepanjang misa, yak dari sore sampai malam, malang hujan deras namun tidak meruntuhkan semangat saya mengikuti misa meskipun dianter pak ojek pribadi [bukan pacar apalagi suami , dicatet ya Pak Ojek  :p ]

Dikarenakan hujan deras, saya telat mengikuti misa 5 menit, hancurlah harapan saya duduk di depan, ya saya penggemar misa dimana suka sekali duduk dibangku paling depan. Kenapa? karena alasannya saya bisa konsentrasi sangat maksimal. Bukan karena pamer dan sok suci namun karena terkadang beberapa umat tidak menghargai bagaimana seharusnya bersikap di dalam gereja.

Saya duduk di belakang namun tidak teralu paling belakang sekali, saya duduk dengan kondisi beberapa pakaian saya basah kuyup, namun saya berkata dalam hati, “Tuhan saya ingin datang kehadiratMu, dan maafkan saya karena belum sempat merapikan diri”.

Ketika saya datang misa sudah dimulai sampai pemberkatan daun palma,ketika pada saat bacaan Injil, saya mendengarkan dengan sungguh-sungguh misteri kisah sengsara Yesus.

Jujur selama 17 tahun [selama baru bisa baca] saya baru memahami sungguh-sungguh kisah sengsara Yesus dalam Injil dan saya kagum luar biasa, buat saya kisah sengsara Yesus merupakan kisah cinta sejati, bukan cinta romantis ala film Hollywood, tetapi ini lebih dari itu.

Cerita cinta Seorang yang tidak bersalah, rela disalib demi kesalahan yang bukan diperbuat olehnya.

Mungkin jaman sekarang jarang orang mau merelakan dirinya di di hina-hina, diinjak, disiksa bukan hanya siksaan secara verbal maupun juga non verbal apalagi kali ini kesalahan bukan yang diperbuat oleh dirinya sendiri, boro-boro deh, lawong sendiri salah aja masih suka menghindar :p

Semua ingin menikmati kebahagiaan tanpa harus memikul salib atau tanpa proses intinya hanya enaknya saja. Namun beda dengan Yesus, bahkan kisah sengsara Yesus yang saya baca kemarin, menurut saya, Yesus sempat merasakan ketakutan seperti manusia saat hendak ditangkap untuk disalibkan namun dengan kerelaan hati dan pengorbanan serta cinta kasihnya kepada kita semua, Yesus rela menanggung hal tersebut.

eb4de90f4dba8187b577df9690acfff1

Yesus mengajari kita untuk rela berkorban, rela menderita dan ikut merasakan sedikit saja penderitaan Yesus disalib.

Tidak ada salib yang enak, namun salib akan menjadi keselamatan jika kita percaya dan pasrah pada salib tersebut, pasrah dalam artian merelakan diri kita untuk diinjak-injak /disiksa tanpa ngedumel. Percaya bahwa ini adalah bukti cinta kasih yang nyata dalam mengaplikasikan iman kita.

7dbd0eed946ed0037576f926e32779da

Dalam menyambut paskah, jujur saja, saya banyak menerima salib, mulai dari tidak dihargai sampai dipermalukan, namun saya serahkan hal tersebut pada Yesus, saya mengucap syukur karena  bisa merasakan penderitaan batin walaupun belum seberapa dengan penderitaan Yesus disalib.

Meskipun terkadang dalam memanggul salib saya masih suka capai dalam artian ngedumel dan bertanya mengapa, kenapa harus saya dsb, namun Yesus menguatkan saya.

Saya percaya, salib yang saya pikul akan menguatkan iman saya, menyembuhkan luka saya dan membawa kelegaan batin saya. Saya setia seperti Yesus mengajarkan kita untuk setia sampai Yesus bangkit kembali, setia seperti Bunda Maria yang setia menemani Yesus sampai wafat di kayu salib. Dan saya rela ikut mengalaminya bersama Yesus.

Jadi sudahkah kita menerima salib sebagai anugerah dan kado terindah dari Yesus?

b4e6b4f001ad9dbf102202fe9498b72a

Selamat merayakan dan menyambut pekan suci – Tuhan memberkati.

 

source pict : pinterest

You may also like

Leave a Reply