Enough Said

disclaimer : tulisan ini saya buat iseng-iseng melatih menulis karya fiksi saya, tempat dan nama hanya suatu fiksi belaka. Happy Reading!

———————————————————————————-

espressoPerempuan itu meminum Espressonya perlahan, seolah-olah dia lupa kalau hari ini hari sabtu – hari yang cukup santai dan tidak perlu espresso di tengah hari ini, tapi menurut perempuan itu berbeda, hari ini dia harus minum Espresso, setidaknya rasa pahitnya bisa membunuh perasaannya sekarang setelah peristiwa tadi malam.

Sambil menikmati Espressonya, perempuan itu menikmati alunan kompilasi antara John Mayer dan John Coltrane di ipodnya, tidak secara kebetulan dia menyukai orang – orang yang bernama John, kecuali satu John di dalam hatinya – yang berhasil mengacak aduk pikiran seseorang perempuan yang bisa dibilang sangat mandiri dan independent di seusianya, karena di otaknya hanya ada 0 dan 1.

Setidaknya bacaan majalah ataupun bukunya pada sabtu ini adalah yang ringan-ringan,tidak perlu yang berat-berat seperti (QOS) Measurement Evaluation of Telecommunications by William C. Hardy
A john Wiley & Sons , namun perempuan itu membacanya-entah membaca secara serius ataupun hanya sebagai penghilang ingatan akan kejadian semalam.

Continue Reading